Renungan: Ketika Hati Mulai Sadar dan Tidak Jauh dari Allah
Renungan: Ketika Hati Mulai Sadar dan Tidak Jauh dari Allah Sejak aku mulai mengenali kesadaran hati, ada rasa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Hatiku terasa tidak pernah lepas dari Allah. Bukan karena aku selalu menyebut-Nya dengan lisan, tetapi karena kesadaran akan kehadiran-Nya terasa nyata dalam batin. Aku merasa diawasi, namun bukan dengan rasa takut yang menekan, melainkan dengan rasa malu, tunduk, dan ingin memperbaiki diri. “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid: 4) Kesadaran ini bukan berarti aku telah sampai, tetapi justru membuatku semakin paham: aku ini hamba yang sangat lemah. Sholat Bukan Sekadar Gugur Kewajiban, tetapi Awal Percakapan Dulu, setelah selesai sholat, aku jarang berdiam. Salam diucapkan, lalu segera beranjak. Seolah ada urusan dunia yang lebih mendesak daripada berlama-lama di hadapan Allah. Kini aku menyadari, betapa berharganya waktu setelah sholat. Itulah saat hati paling lembu...