Nafsu, Gerak, dan Jalan Rezeki: Catatan Perjalanan Harian
Nafsu, Gerak, dan Jalan Rezeki: Catatan Perjalanan Harian Bismillahirrahmanirrahim… Dalam perjalanan hari ini, saya kembali diingatkan bahwa perjuangan terbesar dalam menjemput rezeki bukanlah di luar diri, tetapi di dalam diri. Bukan pada sempitnya peluang, bukan pada sulitnya kondisi, tetapi pada satu hal yang sering tidak terlihat: nafsu. Nafsu itu halus. Ia tidak selalu datang dalam bentuk keburukan yang jelas, tetapi sering hadir dalam bentuk rasa yang sederhana: rasa ingin istirahat rasa malas untuk memulai rasa ingin menunda dan rasa nyaman untuk tetap diam Padahal jika direnungi, di situlah banyak pintu tertutup sebelum sempat diketuk. Antara Rasa Enak dan Kebenaran Saya mulai memahami bahwa nafsu cenderung memilih yang terasa enak, bukan yang benar. Tidur setelah Subuh terasa sangat nikmat. Diam terasa lebih ringan daripada bergerak. Menunda terasa lebih nyaman daripada memulai. Namun ketika saya mencoba melawan itu semua, sesuatu yang berbeda justru terjadi: Ngantuk yang tadi...