Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 2, 2026

Takut Kehilangan Ketenangan

Takut Kehilangan Ketenangan Ada satu rasa yang diam-diam muncul setelah hati mulai tenang. Bukan takut miskin. Bukan takut gagal. Tapi takut… kehilangan ketenangan itu sendiri. Karena setelah sekian lama hidup dalam gelombang, akhirnya aku menemukan permukaan air yang relatif tenang. Nafas lebih stabil. Pikiran lebih jernih. Reaksi tidak secepat dulu. Masalah datang, tapi tidak langsung mengguncang pondasi. Dan justru di situ muncul pertanyaan halus: “Bagaimana kalau ini hilang?” Aku mulai sadar, ketenangan pun bisa dijadikan sandaran baru. Ego lama mungkin sudah melemah, tapi ia bisa berganti bentuk. Ia bisa berbisik: “Pertahankan rasa ini. Jangan sampai rusak. Jangan sampai ada yang mengganggu.” Tanpa sadar, aku bisa kembali tegang — bukan karena masalah, tapi karena takut kehilangan rasa tenang. Di situlah aku mengerti: ketenangan bukan untuk digenggam. Ia untuk dilewati dengan sadar. Ketenangan Bukan Milik, Tapi Amanah Aku belajar satu hal pelan-pelan. Tenang bukan karena aku hebat...

Dari Ego ke Tenang: Catatan Seorang Hamba yang Belajar Melihat

Dari Ego ke Tenang: Catatan Seorang Hamba yang Belajar Melihat Ada masa di mana aku merasa baik-baik saja. Shalat jalan. Kerja jalan. Tanggung jawab ada. Namun jauh di dalam, ada sesuatu yang tidak terlihat. Ego yang halus. Tidak kasar, tidak meledak-ledak setiap saat. Bahkan tampak terkontrol. Tetapi diam-diam ia hidup. Ia ingin dihargai. Ia ingin dianggap kuat. Ia ingin keadaan berjalan sesuai rencana. Dan ketika realitas tidak sesuai harapan, getarannya terasa. Saat istriku pergi, yang muncul bukan sekadar sepi. Yang muncul adalah takut. Gelisah. Stres. Aktivitas terganggu. Fisik ikut lemah. Pikiran tidak stabil. Saat itu aku menyangka sumbernya di luar. Ternyata yang retak adalah sesuatu di dalam. Aku baru sadar kemudian: yang terguncang bukan keadaan… tapi egoku. Dunia Ternyata Cermin Pelan-pelan Allah bukakan penglihatan. Apa yang kulihat di luar ternyata pantulan. Seperti berdiri di depan cermin. Jika bayangan terlihat kusut, apakah cerminnya yang harus dipecah? Atau wajahnya ya...