Takut Kehilangan Ketenangan
Takut Kehilangan Ketenangan Ada satu rasa yang diam-diam muncul setelah hati mulai tenang. Bukan takut miskin. Bukan takut gagal. Tapi takut… kehilangan ketenangan itu sendiri. Karena setelah sekian lama hidup dalam gelombang, akhirnya aku menemukan permukaan air yang relatif tenang. Nafas lebih stabil. Pikiran lebih jernih. Reaksi tidak secepat dulu. Masalah datang, tapi tidak langsung mengguncang pondasi. Dan justru di situ muncul pertanyaan halus: “Bagaimana kalau ini hilang?” Aku mulai sadar, ketenangan pun bisa dijadikan sandaran baru. Ego lama mungkin sudah melemah, tapi ia bisa berganti bentuk. Ia bisa berbisik: “Pertahankan rasa ini. Jangan sampai rusak. Jangan sampai ada yang mengganggu.” Tanpa sadar, aku bisa kembali tegang — bukan karena masalah, tapi karena takut kehilangan rasa tenang. Di situlah aku mengerti: ketenangan bukan untuk digenggam. Ia untuk dilewati dengan sadar. Ketenangan Bukan Milik, Tapi Amanah Aku belajar satu hal pelan-pelan. Tenang bukan karena aku hebat...