Catatan Seorang Hamba yang Sedang Belajar Pulang
Catatan Seorang Hamba yang Sedang Belajar Pulang Aku tidak tahu kapan hijab itu mulai terbuka. Yang aku tahu, dulu aku hidup seperti orang berjalan di malam hari—melihat cahaya, tetapi tidak tahu dari mana datangnya. Aku mencari dunia dengan rasa takut, aku bergerak karena gelisah, aku berani karena terdesak, aku diam karena takut. Namun Allah, dengan cara yang lembut, mulai memperkenalkanku pada sesuatu yang lebih halus dari pikiran dan lebih jernih dari perasaan: qalbu. Tentang Mimpi, Daun, dan Rahasia Allah Ada sepupuku yang bermimpi. Dalam mimpinya, Allah menunjukkan daun-daun sebagai sebab kesembuhan. Orang-orang datang, berharap, dan sebagian sembuh. Aku melihat wajah mereka yang penuh harap, dan hatiku gemetar. Bukan karena kagum, tetapi karena takut— takut manusia menggantungkan harap pada makhluk, takut makhluk lupa bahwa hanya Allah yang menyembuhkan. Aku berkata kepadanya pelan: “Biarlah mimpi itu menjadi rahasiamu dengan Allah. Jangan ceritakan. Jangan biarkan manusia memuj...