Prospek sebagai Ibadah: Menjemput Rezeki dalam Bimbingan Allah
Prospek sebagai Ibadah: Menjemput Rezeki dalam Bimbingan Allah Pagi itu, langkah kembali dimulai. Bukan sekadar berjalan menyusuri jalanan, bukan sekadar menawarkan kacamata dari satu tempat ke tempat lain. Tapi lebih dari itu, ada satu niat yang terus dijaga dalam hati: bahwa setiap langkah ini adalah bagian dari ibadah kepada Allah. Bukankah Allah telah berfirman, “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” Maka bekerja pun, jika diniatkan dengan benar, menjadi bagian dari penghambaan. Aku belajar bahwa prospek bukan hanya soal hasil, tetapi soal ketaatan dalam proses. Langkah-langkah itu sederhana: melihat, singgah, tersenyum, menyapa, menawarkan, lalu bertawakkal. Namun di balik kesederhanaan itu, ada latihan besar: melawan rasa malas, menundukkan gengsi, dan mengalahkan ketakutan akan penolakan. Seringkali hati berbisik, “Bagaimana kalau ditolak?” Namun perlahan aku pahami, lebih baik ditolak setelah berbuat, daripada tidak berbuat karena takut. Sela...