Bukan Singa yang Harus Jinak, Tapi Nafsu yang Harus Tunduk
Bukan Singa yang Harus Jinak, Tapi Nafsu yang Harus Tunduk Aku pernah bertanya dalam diam: “Mengapa para wali bisa menundukkan binatang buas, sementara aku gemetar menghadapi hidup?” Lalu aku sadar—pertanyaanku keliru arah. Yang harus kutundukkan bukan singa di hutan, tetapi singa di dalam dadaku. Singa itu bernama nafsu. Singa di Dalam Dada Aku melihat singa itu dalam bentuk yang halus: ketakutan kehilangan uang, keinginan dipuji manusia, dorongan untuk menurunkan harga demi diterima, ego yang ingin terlihat kuat, dan kegelisahan yang membuatku lupa bahwa Allah Maha Mengatur. Singa itu tidak mengaum di hutan, ia mengaum di pikiranku. Dan aku tahu, jika singa ini tidak jinak, aku akan selalu menjadi budaknya— meski dunia tunduk kepadaku. Pelajaran dari Para Wali Aku membaca kisah para wali yang singa dan ular pun tunduk kepada mereka. Namun kini aku paham: mereka bukan hebat karena singa tunduk, tetapi karena nafsu mereka telah tunduk kepada Allah. Ketika nafsu tunduk, alam pun menjadi...