Melihat Diri Lewat Keluarga: Belajar Memahami, Bukan Menghakimi
Melihat Diri Lewat Keluarga: Belajar Memahami, Bukan Menghakimi Bismillahirrahmanirrahim. Beberapa waktu terakhir, saya mulai merasakan sesuatu yang berbeda ketika berada di rumah. Saat melihat anak dan istri, terkadang muncul perasaan yang sulit diungkapkan. Bukan sekadar melihat perilaku mereka, tetapi seperti melihat cermin—yang memantulkan diri saya di masa lalu. Saya melihat ada sikap yang dulu pernah ada dalam diri saya: ego yang kuat, emosi yang mudah muncul, dan sikap yang belum mampu dikendalikan dengan baik. Dan di titik itu, hati ini seperti diingatkan. Ketika Orang Lain Menjadi Cermin Dulu, mungkin saya lebih mudah melihat kesalahan orang lain. Lebih cepat menilai. Lebih ingin memperbaiki mereka. Namun sekarang, perlahan saya mulai memahami—dengan pemahaman yang masih sangat terbatas—bahwa apa yang saya lihat pada orang lain, bisa jadi pernah ada dalam diri saya, atau bahkan masih tersisa dalam bentuk yang tidak saya sadari. Sehingga ketika melihat, hati tidak lagi langsung...