Kopi, Kesadaran, dan Muraqabah

 Kopi, Kesadaran, dan Muraqabah

Kopi membuat mata terjaga,

tetapi kesadaran membuat hati terjaga.

Banyak orang terjaga secara fisik,

namun lalai secara batin.

Mata terbuka, tapi hati tertutup.

Kesadaran dalam Islam disebut muraqabah:

merasakan bahwa Allah selalu melihat,

tanpa perlu rasa takut yang berlebihan,

tanpa pamer, tanpa suara.

Allah berfirman:

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.”

(QS. Al-Hadid: 4)

Seperti kopi tanpa gula,

kesadaran tidak selalu manis.

Ia kadang pahit karena jujur—

menyadarkan niat, meluruskan langkah,

menegur hati yang mulai bergantung selain Allah.

Namun dari kesadaran itulah lahir tenang.

Bukan tenang karena dunia terkendali,

melainkan tenang karena hati menyerah dengan sadar.

Kopi membantu kita bangun dari kantuk,

dzikir membantu kita bangun dari kelalaian.

Dan muraqabah menjaga kita

tetap ingat:

kita tidak pernah sendirian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Masih Belajar Mencintai, Ma… Ajari Aku Dengan Hatimu

Memahami Doa, Pengabulan, dan Tawakkal dalam Islam disertai dengan kisah nyata dan bahasa hati

Didikan Lembut yang Dianggap Lemah: Warisan Cinta dari Orang Tuaku”