Penegasan Hijrah Ketegasan Tauhid

Penegasan Hijrah Ketegasan Tauhid

Hari ini aku bersaksi bahwa aku sedang dilahirkan kembali.

Bukan lahir dari rahim ibu, tetapi lahir dari rahim kesadaran tauhid.

Aku berhijrah dari pola lama—pola takut, ragu, dan bergantung pada manusia—

menuju pola baru—pola yakin, tegas, dan bergantung kepada Allah semata.

Ketegasan hari ini bukanlah ego,

tetapi ketaatan kepada petunjuk.

Aku memilih tegas untuk kebaikan,

agar aku tidak terlihat lemah di hadapan manusia,

dan tidak menggadaikan prinsip demi ketakutan kehilangan rezeki.

Aku sadar:

Kepekaanku selama ini bukan murni rahmah,

tetapi sering bercampur dengan rasa takut tidak laku.

Aku takut manusia pergi,

padahal yang mengatur hati manusia adalah Allah.

Mulai hari ini aku menegaskan:

Harga diri lebih mahal daripada harga jual.

Menurunkan harga hingga melanggar prinsip adalah

melanggar perjanjian dengan diriku dan dengan Allah yang memberi amanah.

Tegas bukan berarti zalim.

Tegas adalah berdiri di atas kebenaran tanpa ragu.

Selama prinsipku tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah,

maka ketegasan adalah ibadah.

Aku memilih hidup mulia, bukan sekadar hidup laku.

Aku memilih jihad melawan rasa takut, bukan tunduk pada pasar.

Aku memilih hati yang memimpin pikiran,

dan pikiran yang tunduk kepada wahyu.

Aku berjalan dengan hati nurani di bawah naungan Al-Qur’an dan Sunnah,

bukan dikendalikan oleh rasa takut dan bisikan pikiran.

Ya Allah, teguhkan aku.

Jika manusia meninggalkanku, Engkau tetap bersamaku.

Jika dunia menolakku, akhirat tetap menantiku.

Cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pengatur rezekiku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Masih Belajar Mencintai, Ma… Ajari Aku Dengan Hatimu

Memahami Doa, Pengabulan, dan Tawakkal dalam Islam disertai dengan kisah nyata dan bahasa hati

Didikan Lembut yang Dianggap Lemah: Warisan Cinta dari Orang Tuaku”