Hikmah dari Orang yang Tidak Disangka
Hikmah dari Orang yang Tidak Disangka
Kadang kita mengira pelajaran hidup itu datang dari orang-orang yang terlihat rapi:
ilmunya jelas
ucapannya teratur
hidupnya tampak baik
Namun ternyata, tidak selalu begitu.
Pertemuan yang Terlihat Biasa
Kemarin saya sempat menunggu cukup lama di satu tempat.
Secara lahir, itu terasa seperti:
waktu terbuang
tidak ada hasil
tidak ada closing
Di situ saya bertemu seseorang.
Secara penampilan:
tidak terurus
terlihat seperti orang yang pikirannya tidak terarah
bahkan mungkin orang lain akan menganggapnya “tidak waras”
Namun dia berbicara.
Dan jujur, saat itu saya tidak terlalu menangkap dalam.
Seperti lewat begitu saja.
Ucapan yang Tertanam Diam-Diam
Dia mengatakan sesuatu tentang orang yang berjuang:
ada yang berjalan, tapi tidak sadar kapan dia memulai
fokusnya hanya berputar di saat ini
tapi tidak tahu arah, sehingga tidak pernah sampai tujuan
Saat itu terasa biasa.
Tapi ternyata… tidak hilang.
Ucapan itu seperti tersimpan.
Makna yang Baru Terbuka
Hari ini, setelah saya menjalani aktivitas:
merasakan naik turunnya batin
melihat perubahan dalam cara berinteraksi
merasakan perbedaan waktu
dan memahami pola dalam diri
Tiba-tiba ucapan itu muncul kembali.
Dan kali ini… terasa sangat jelas.
Saya melihat:
bagaimana orang bisa sibuk tapi tidak maju
bagaimana kita bisa bergerak tanpa arah
bagaimana kita bisa mengulang tanpa sadar
Dan di situ saya tersadar:
ternyata ucapan kemarin bukan sekadar kata-kata,
tapi cermin untuk saya sendiri.
Ternyata Menunggu Itu Tidak Sia-Sia
Apa yang kemarin saya anggap “menunggu tanpa hasil”
ternyata justru:
menjadi sebab pertemuan ✔
menjadi pintu pemahaman ✔
menjadi bekal untuk hari ini ✔
Di situ saya belajar:
tidak semua yang terlihat tidak produktif itu sia-sia.
Pelajaran yang Saya Ambil
1. Hikmah bisa datang dari siapa saja
Tidak harus dari orang yang terlihat sempurna.
2. Tidak semua pelajaran langsung kita pahami
Kadang:
kita dengar hari ini
tapi kita pahami di hari lain
3. Hidup bukan hanya tentang bergerak
Tapi tentang:
sadar arah dalam setiap langkah
4. Jangan cepat menilai dari luar
Karena bisa jadi:
yang kita anggap biasa… membawa makna besar
Penutup
Dari kejadian ini saya belajar satu hal yang sederhana:
Allah bisa menyampaikan pelajaran lewat siapa saja,
dan di waktu yang tidak kita sangka.
Tugas kita bukan memilih dari siapa pelajaran itu datang,
tapi:
menjaga hati agar siap menerima dan memahami.
Dan akhirnya, saya hanya bisa mengatakan:
Wallahu a’lam.
Komentar
Posting Komentar