KOMITMEN & PENEGASAN JALAN HIDUP
KOMITMEN & PENEGASAN JALAN HIDUP
Mengikat Diri dengan Petunjuk Ilahi
Sebagai seorang hamba Allah, saya menegaskan kembali bahwa petunjuk ilahi (Al-Qur’an dan Sunnah) adalah poros utama dalam setiap langkah hidup. Bukan rasa, bukan pikiran yang berubah-ubah, dan bukan tubuh yang reaktif.
1️⃣ Komitmen kepada Petunjuk
Saya berkomitmen:
Mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya ketika sudah jelas
Tidak membatalkan langkah hanya karena:
- rasa tidak nyaman
- pikiran negatif
- tubuh malas atau takut
Karena:
“Tidaklah pantas bagi seorang mukmin dan mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, masih ada pilihan lain bagi mereka.”(QS. Al-Ahzab: 36)
Penundaan hanya dibenarkan bila ada alasan syar’i, bukan alasan yang dibungkus syariat.
2️⃣ Menempatkan Rasa, Bukan Menuruti Rasa
Rasa saya akui keberadaannya, tetapi tidak saya jadikan penentu.
Rasa ditempatkan:
- Di bawah niat
- Di bawah petunjuk
- Di bawah adab
- Bukan dimusuhi, tetapi ditertibkan.
“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan, kecuali yang diberi rahmat oleh Rabbku.”(QS. Yusuf: 53)
3️⃣ Pikiran Tidak Menentukan Arah, Hanya Alat Membaca Jalan
Pikiran:
- Digunakan untuk ikhtiar
- Bukan untuk membatalkan petunjuk
- Bukan untuk menakut-nakuti diri sendiri
Jika pikiran bertentangan dengan petunjuk, maka pikiranlah yang dikoreksi, bukan jalannya.
4️⃣ Tubuh adalah Alat, Bukan Penguasa
Tubuh boleh lelah, tapi tidak memimpin keputusan.
Karena:
- Tubuh cenderung memilih aman
- Jalan kebenaran tidak selalu nyaman
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah…”(HR. Muslim)
Kuat di sini bukan hanya fisik, tapi keteguhan menjalankan kebenaran.
PENERAPAN DALAM PROFESI
Bisnis Kacamata sebagai Ladang Ibadah
Komitmen ini juga saya terapkan dalam profesi saya, usaha bisnis kacamata, dengan prinsip:
- Niat jelas
- Melayani penglihatan manusia
- Membantu kesehatan mata
- Mencari rezeki halal dan berkah
- Adab dijaga
- Jujur pada kualitas
- Tidak memaksa
- Tidak menipu dengan kata
- Petunjuk diikuti
- Jika sudah jelas waktunya bergerak → bergerak
- Jika sudah jelas jalannya → tempuh
- Tidak membatalkan langkah
hanya karena:
- rasa takut tidak laku
- pikiran pesimis
- tubuh enggan bergerak
“Kemudian apabila engkau telah bertekad, maka bertawakkallah kepada Allah.”(QS. Ali ‘Imran: 159)
PENEGASAN AKHIR
Saya memilih:
- Maju dengan sunnah, bukan mundur karena rasa
- Berjalan dengan adab, bukan berlari karena ambisi
- Bertawakkal, bukan bersandar pada hasil
- Jika berhasil → syukur
- Jika tertunda → sabar
- Jika gagal → evaluasi, bukan menyalahkan takdir
Tugas hamba adalah taat dalam langkah, bukan mengatur hasil.
Penutup
Komitmen ini bukan janji pada manusia,
tetapi ikatan diri kepada Allah.
Semoga Allah meneguhkan langkah, meluruskan niat, dan menjaga hati agar tidak kembali dikuasai rasa, pikiran, dan tubuh.
Maju terus dengan mengikat diri pada Sunnah.
Wallahu a’lam bissabab.
Komentar
Posting Komentar