Renungan Untuk Perubahan Diri
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Beberapa hari terakhir saya banyak mengamati diri sendiri dan keadaan sekitar. Ada rasa di dalam hati yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ketika menulis ini pun air mata terasa menetes.
Beberapa tahun sebelumnya di bulan Ramadhan saya mampu menamatkan bacaan Al-Qur’an. Namun Ramadhan kali ini terasa berbeda. Saya lebih banyak membaca Al-Qur’an di sela-sela kesibukan mencari nafkah untuk keluarga.
Di satu sisi hati ini tetap rindu untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an. Tetapi kedekatan kali ini tidak hanya melalui bacaan, melainkan juga melalui usaha untuk memahami dan mempraktikkan nilai yang ada di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Walaupun demikian, kebiasaan beberapa tahun yang sering khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan tetap menjadi pertanyaan dalam diri: mengapa tahun ini bacaan saya belum seperti sebelumnya.
Saya mengakui ini sebagai kelemahan diri. Namun di sisi lain saya juga ingin memperbaiki banyak hal dalam hidup setelah Ramadhan ini.
Saya melihat betapa banyak orang berlomba-lomba dalam kebaikan: bersedekah, memberi makanan berbuka, dan berbagai amal lainnya. Sementara saya melihat diri saya masih sangat lemah, terutama dalam kondisi ekonomi.
Sebagai seorang ayah, hati saya juga bisa merasakan keadaan batin anak dan istri saya. Walaupun mereka tidak banyak berkata, saya tahu mereka berharap keadaan kami bisa menjadi lebih baik.
Karena itu saya bertekad setelah Ramadhan ini untuk berusaha lebih sungguh-sungguh dalam memperbaiki kehidupan kami, tentu dengan tetap berusaha mengikuti petunjuk Al-Qur’an dan sunnah.
Tulisan ini juga menjadi pengingat bagi diri saya sendiri tentang banyaknya kesempatan di masa lalu yang mungkin belum dimanfaatkan dengan baik.
Semoga Allah mengampuni kekurangan saya, memperbaiki keadaan kami, dan memudahkan langkah untuk menjadi lebih baik.
Wallahu a’lam bissawab.
Komentar
Posting Komentar