Diselamatkan Sebelum Diberi Ketika Tertunda Ternyata Adalah Rahmat
Diselamatkan Sebelum Diberi
Ketika Tertunda Ternyata Adalah Rahmat
Dalam perjalanan hidup, tidak semua yang tertunda itu kegagalan.
Ada kalanya, justru di balik ketertundaan itu tersimpan penjagaan.
Saya pernah berada pada fase ingin mencapai sesuatu dengan keyakinan penuh.
Berpikir bahwa selama saya yakin dan berusaha, maka hasil pasti mengikuti.
Namun waktu berjalan, dan hasil itu tidak kunjung datang.
Dulu mungkin terasa seperti kegagalan.
Tapi hari ini saya mulai melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda.
Menyadari Bahaya yang Tidak Terlihat
Setelah memahami lebih dalam, saya menyadari bahwa ada kesalahan halus dalam cara berpikir saya saat itu.
Secara lahir terlihat baik:
Semangat tinggi
Keyakinan kuat
Usaha maksimal
Namun secara batin:
Ada ketergantungan pada diri
Ada rasa “seakan bisa menentukan”
Ada dorongan memaksakan hasil
Jika saat itu saya “berhasil”, mungkin saya akan semakin yakin bahwa cara itu benar.
Dan di situlah letak bahayanya.
⚖️ Ketika Kesuksesan Bisa Menjadi Ujian
Saya membayangkan, jika saat itu Allah memberi keberhasilan:
Orang lain mungkin akan bertanya
Keluarga mungkin akan mengikuti
Bahkan bisa jadi saya diminta mengajarkan cara tersebut
Padahal pondasinya belum lurus.
Maka bukan hanya diri sendiri yang berisiko salah,
tetapi juga orang-orang yang ikut mempercayai.
Di titik ini saya memahami satu hal:
Tidak semua kesuksesan itu keselamatan.
Dan tidak semua kegagalan itu keburukan.
Ternyata Ini Bentuk Penjagaan
Hari ini saya justru bersyukur:
“Alhamdulillah saya tidak sukses saat itu.”
Karena bisa jadi:
Yang tertahan adalah dunia
Tapi yang dijaga adalah aqidah
Yang tidak diberikan saat itu, justru menyelamatkan dari:
Kesalahan yang dibesarkan
Keyakinan yang keliru
Pengaruh yang bisa menyesatkan orang lain
Belajar Merendahkan Diri
Pengalaman ini mengajarkan saya untuk:
Tidak mudah merasa benar
Tidak tergesa-gesa mengajarkan
Lebih banyak memperbaiki diri
Karena semakin seseorang memahami, seharusnya semakin ia: ➡️ berhati-hati dalam berbicara
➡️ ringan mengatakan “Wallahu a’lam”
➡️ takut jika tanpa sadar menyesatkan
Doa yang Menjaga Langkah
Dalam perjalanan ini, saya belajar untuk selalu memohon:
“Ya Allah, tunjukkan yang benar itu benar dan beri kekuatan untuk mengikutinya.
Tunjukkan yang salah itu salah dan jauhkan saya darinya.”
Karena tanpa bimbingan-Nya, manusia mudah tertipu oleh:
perasaan
logika
bahkan semangat yang terlihat baik
Penutup
Akhirnya saya memahami:
Kadang Allah tidak memberi apa yang kita inginkan,
karena Dia ingin menjaga kita dari sesuatu yang belum kita pahami.
Dan bisa jadi,
yang paling besar bukan apa yang kita dapatkan,
tetapi apa yang Allah selamatkan dari kita.
Wallahu a’lam bissawab.
Komentar
Posting Komentar