Fokus dan Peluang
Fokus dan Peluang Dulu saya sering berpikir bahwa semakin banyak bergerak maka semakin besar peluang berhasil. Karena itu saya berusaha mendatangi banyak tempat, menemui banyak orang, bergerak secepat mungkin, dan merasa waktu selalu sempit. Tetapi ternyata tubuh yang sibuk belum tentu menghasilkan langkah yang efektif. Saya mulai menyadari bahwa selama ini pikiran saya terlalu terpecah. Saat bekerja, pikiran memikirkan hasil. Saat prospek, pikiran memikirkan waktu. Saat berbicara dengan orang, kepala sudah berpikir titik berikutnya. Akibatnya: pekerjaan kurang rapi, energi cepat habis, keputusan tergesa, dan hasil yang didapat sering tidak sebanding dengan tenaga yang keluar. Saya baru memahami bahwa fokus ternyata jauh lebih berharga daripada sekadar banyak bergerak. Satu jam dengan fokus penuh bisa lebih bernilai daripada satu hari dengan pikiran yang terbelah ke mana-mana. Mendatangi satu orang dengan perhatian utuh kadang lebih baik daripada mendatangi banyak orang tanpa ruan...