Menjalani Jualan dengan Tenang: Dari Tekanan Hasil Menuju Ikhtiar yang Sadar
Menjalani Jualan dengan Tenang: Dari Tekanan Hasil Menuju Ikhtiar yang Sadar Dulu saya berpikir inti jualan adalah hasil. Kalau ada income berarti berhasil. Kalau sepi berarti gagal. Akibatnya, pikiran menjadi berat. Saat berjalan menawarkan barang, yang dipikirkan bukan prosesnya, tetapi: “Apakah ada yang beli?” “Kalau tidak laku bagaimana?” “Kenapa orang cuek?” “Kenapa susah sekali?” Semangat naik turun mengikuti hasil. Ketika ada penolakan, hati ikut jatuh. Ketika tidak ada order, langkah terasa berat. Bahkan kadang sebelum bergerak, pikiran sudah lebih dulu melemahkan diri. Lalu saya mulai memahami bahwa mungkin yang perlu diperbaiki bukan hanya strategi jualan, tetapi pola di dalam diri. Jualan Bukan Hanya Tentang Uang Saya mulai melihat bahwa menjual kacamata bukan sekadar mencari income. Di dalamnya ada: latihan sabar, latihan konsisten, latihan menghadapi manusia, latihan menjaga emosi, dan latihan bertawakkal kepada Allah. Karena itu niat menjadi pondasi. Jika niat hanya hasil...