Ketika Allah Memberi Ketenangan Sebelum Memberi Jalan Keluar

Ketika Allah Memberi Ketenangan Sebelum Memberi Jalan Keluar

Ada masa ketika angka terasa begitu menakutkan.

Tagihan demi tagihan terlihat seperti tembok besar yang sulit dilewati. Pikiran menjadi sempit, dada terasa sesak, dan hari-hari dipenuhi pertanyaan:

“Bagaimana semua ini akan selesai?”

Begitulah manusia.

Sering kali yang paling melelahkan bukan kenyataan itu sendiri, tetapi bayangan tentang masa depan yang belum terjadi.

Dulu angka 8,5 juta dan 11 juta terasa sangat besar.

Ketika dipandang sekaligus, hati mudah panik. Seakan seluruh beban hidup berkumpul di satu titik.

Namun perlahan Allah menunjukkan sesuatu.

Satu demi satu urusan mulai diberi jalan:

ada masalah yang selesai,

ada kebutuhan yang dimudahkan,

ada pembayaran uang masuk yang akhirnya teratasi,

bahkan tunggakan sekolah yang awalnya terasa berat diberi keringanan untuk dicicil tanpa paksaan.

Di situlah mulai terasa bahwa Allah benar-benar Maha Melihat keadaan hamba-Nya.

Bukan berarti semua langsung lunas seketika.

Bukan berarti hidup mendadak tanpa masalah.

Tetapi Allah memberi sesuatu yang lebih dahulu turun ke dalam hati:

ketenangan.

Dan ketenangan itu mengubah cara memandang masalah.

Yang dulu terlihat seperti gunung, mulai tampak sebagai langkah-langkah kecil yang bisa diurai satu per satu.

Yang dulu membuat panik, sekarang bisa dibicarakan dengan lebih tenang.

Yang dulu terasa mustahil, sekarang mulai terlihat memiliki jalan.

Mungkin memang begitulah cara Allah mendidik hamba-Nya.

Bukan selalu dengan menghilangkan seluruh kesulitan sekaligus, tetapi dengan:

menguatkan hati,

memperlihatkan pertolongan sedikit demi sedikit,

lalu membuat manusia sadar bahwa ia tidak berjalan sendirian.

Kini masih ada pertemuan hari Selasa.

Masih ada pembicaraan tentang tunggakan yang belum selesai.

Namun hati tidak lagi seperti dulu.

Ada keyakinan yang mulai tumbuh:

“Sebagaimana Allah memberi solusi sebelumnya, Allah juga mampu membuka jalan berikutnya.”

Boleh jadi inilah salah satu makna tawakkal yang perlahan dipahami: tetap datang menghadapi urusan, tetap berbicara baik, tetap berikhtiar mencari jalan keluar, tetapi hati tidak tenggelam dalam ketakutan.

Karena sering kali, sebelum Allah menyelesaikan masalah di luar diri manusia, Allah terlebih dahulu menenangkan sesuatu di dalam dirinya.

Dan ketika hati mulai tenang, manusia bisa melihat bahwa pertolongan Allah sebenarnya sudah datang sejak awal, hanya dulu tertutup oleh kepanikan dan rasa takut yang berlebihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Masih Belajar Mencintai, Ma… Ajari Aku Dengan Hatimu

Memahami Doa, Pengabulan, dan Tawakkal dalam Islam disertai dengan kisah nyata dan bahasa hati

Didikan Lembut yang Dianggap Lemah: Warisan Cinta dari Orang Tuaku”