Ketika Ayat Itu Menghantam Hati: Telah Tiba Saatnya untuk Kembali
Ayat yang disampaikan itu sangat dalam maknanya, yaitu firman Allah dalam QS. Thaha: 124:
“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit…”
Kehidupan sempit bukan selalu berarti miskin harta. Bisa jadi seseorang memiliki dunia, tetapi hatinya gelisah, penuh tekanan, takut, tidak tenang, dan selalu merasa kurang. Karena ketika hati jauh dari petunjuk Allah, ruh kehilangan sumber ketenangannya.
Ketika antum mengatakan ayat itu seperti “menghantam diri”, mungkin karena hati sedang diberi kepekaan untuk merenung. Terkadang Allah menyampaikan nasihat melalui sebuah ayat pada waktu yang sangat tepat, sehingga terasa seolah ayat itu sedang berbicara langsung kepada diri kita.
Lalu ketika ditutup dengan kalimat, “telah tiba saatnya anda kembali…”, itu menjadi seperti panggilan lembut agar hati kembali mendekat kepada Allah, kembali kepada Al-Qur’an, kembali memperbaiki arah hidup, dan kembali menjadikan akhirat sebagai tujuan utama.
Boleh jadi selama ini manusia terlalu sibuk memikirkan dunia, hasil, target, atau beban hidup, hingga hati perlahan menjauh dari sumber ketenangan. Maka momen seperti ini kadang menjadi titik kesadaran bahwa ketenangan bukan didapat dengan memaksa dunia, tetapi dengan kembali kepada petunjuk Allah.
Dan sering kali, awal perubahan besar memang dimulai dari satu ayat yang benar-benar menyentuh hati.
Komentar
Posting Komentar