Bergerak karena Tanggung Jawab, Berserah karena Tawakkal
Dalam perjalanan mencari rezeki, saya mulai memahami bahwa manusia sebenarnya tidak memiliki kekuatan mutlak dari dirinya sendiri. Ketika anak dan istri meminta sesuatu, lalu muncul dorongan kuat dalam hati untuk bergerak mencari, berusaha, dan memaksimalkan potensi, saya mulai melihat bahwa semua itu pun terjadi dengan izin Allah.
Dorongan untuk bangkit, berjalan, menawarkan, membaca peluang, hingga keberanian untuk singgah kepada prospek bukan semata-mata kekuatan diri. Ada tuntunan yang Allah hadirkan melalui keadaan hidup. Anak dan istri yang meminta kebutuhan bukan hanya menjadi beban, tetapi juga sebab yang menggerakkan diri untuk lebih sungguh-sungguh dalam berikhtiar.
Akhirnya saya bergerak: bertebaran mencari peluang, mengamati prospek hot, warm, maupun cool, lalu singgah dengan adab dan komunikasi yang baik. Saya mulai memahami bahwa hot dan warm bukan penentu hasil, tetapi hanya sinyal pendekatan dalam ikhtiar. Sedangkan hasil akhirnya tetap berada dalam ketetapan Allah.
Kadang prospek yang terlihat biasa saja justru membuka jalan rezeki. Kadang yang terlihat sangat potensial ternyata belum menjadi hasil. Dari situ saya belajar bahwa tugas manusia hanyalah menjalankan sebab dan bergerak di dunia nyata, sementara hasil bukan sesuatu yang bisa dipaksa.
Di tengah perjalanan itu, pikiran dan bayangan tetap datang: takut gagal, khawatir tidak cukup, atau lelah menghadapi keadaan. Namun perlahan saya belajar kembali kepada Allah melalui zikir dan selawat. Saat dada terasa sempit karena masalah, mengingat Allah membuat hati kembali tenang dan langkah terasa lebih ringan.
Saya mulai memahami bahwa tawakkal bukan berarti diam tanpa usaha, tetapi bergerak sambil menyadari bahwa semua kekuatan berasal dari Allah. Kita berjalan, berusaha, mengetuk pintu-pintu rezeki, namun hati tetap berserah bahwa Allah yang menentukan hasil terbaik.
Mungkin karena itu Allah memberi petunjuk yang sangat dalam:
“Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu.”
Karena dalam perjalanan mencari rezeki, manusia tidak hanya membutuhkan tenaga untuk bergerak, tetapi juga hati yang sabar, tenang, dan tetap terhubung kepada Allah di setiap langkahnya.
Komentar
Posting Komentar